Sianida Senjata Kimia yang Mengerikan

Sianida merupakan senyawa kimia yang dikenal sangat berbahaya.

Senyawa ini telah menjadi topik diskusi di seluruh dunia karena potensinya sebagai senjata kimia dan racun yang mematikan.

Artikel ini menjelaskan apa itu sianida, sumbernya, dampaknya terhadap manusia, dan bagaimana sianida digunakan dan diatur.

 


Apa itu sianida?

 Sianida adalah sekelompok senyawa kimia yang terdiri dari atom karbon (C) yang terikat pada atom nitrogen (N) dan atom hidrokarbon (H).

Senyawa ini terdapat secara alami pada tumbuhan dan lingkungan alam tertentu, namun dapat juga diproduksi secara industri.

Bentuk sianida yang paling umum adalah sianida (HCN) dan ion sianida (CN-).

Hidrogen sianida adalah bentuk gas beracun, sedangkan ion sianida adalah bentuk yang lebih umum dalam senyawa padat.

 

Sianida dapat ditemukan di sejumlah sumber termasuk:u

  1. Tumbuhan: 
    Beberapa tanaman, seperti tanaman anggrek yang dikenal dengan sebutan “tongkat monyet” dan biji aprikot, mengandung kadar sianida yang berbahaya jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.
  2. Industri: 
    Sianida digunakan secara industri dalam proses seperti penambangan emas dan perak, produksi plastik, dan produksi pestisida.
    Misalnya, pengolahan bijih emas dengan sianida disebut “pengolahan sianida” dan dapat menimbulkan risiko kerusakan lingkungan.
  3. Asap rokok:
    Asap rokok mengandung sejumlah kecil hidrogen sianida, yang dapat menyebabkan paparan jangka panjang pada perokok.
  4. Buah-Buahan:
    Sejumlah buah-buahan dan umbi-umbian yang umum dikonsumsi ternyata mengandung racun sianida alami. Perlu diketahui, umumnya sianida yang terkandung alami di dalam buah jumlahnya rendah.
    Berikut adalah deretan makanan yang mengandung senyawa sianida alami:

    • Ceri
      Biji keras yang terletak di tengah buah ceri mengandung asam prussic atau juga dikenal sebagai sianida yang beracun. Namun, Anda tidak perlu panik jika tidak sengaja menelannya karena biji buah dapat dibuang secara alami oleh tubuh. Sebaiknya, hindari mengunyah atau menggerus biji buah saat Anda memakan ceri.
    • Apel
      Biji apel juga mengandung sianida. Untungnya, biji apel memiliki lapisan pelindung yang mencegah sianida masuk ke sistem tubuh Anda jika Anda memakannya secara tidak sengaja. Tapi ada baiknya untuk berhati-hati. Bahkan dalam dosis kecil, sianida dapat menyebabkan pernapasan cepat, kejang, dan kemungkinan kematian.
    • Elderberry
      Anda dapat mengonsumsi elderberry sebagai sirup atau suplemen untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengobati gejala pilek, flu atau sembelit. Namun buah ini mengandung lektin dan sianida, dua bahan kimia yang dapat menyebabkan mual, muntah, dan diare. Mengonsumsi buah beri mentah, kulit kayunya, atau daun elderberry dapat membuat Anda menderita gejala keracunan.
    • Kacang almond pahit
      Kedua jenis kacang almond baik pahit dan manis mengandung amygdalin, senyawa kimia yang dapat berubah menjadi sianida, namun almond pahit sejauh ini memiliki kadar tertinggi. Kacang almond manis aman untuk dijadikan camilan, namun mengonsumsi kacang almond pahit yang tidak diolah dapat menyebabkan kram, mual, dan diare.
    • Singkong dan rebung
      Racun glikosida sianogenik juga ditemukan dalam singkong dan rebung segar. Karena itu, keduanya umumnya harus direndam terlebih dahulu agar menghilangkan sianida sehingga mengurangi kadar racun. Selain merendam, memasak akan mendetoksifikasi kadar racun lebih lanjut sebelum dikonsumsi. 


Dampak sianida pada manusia

Paparan sianida pada manusia bisa sangat berbahaya.

Senyawa ini mengganggu proses seluler tubuh dengan mencegah transfer oksigen ke sel-sel tubuh melalui aliran darah.

Akibatnya, sianida dapat menyebabkan gejala seperti sesak napas, sakit kepala, mual, muntah, dan pada konsentrasi yang lebih tinggi, gagal napas, koma, dan kematian.

 

Penggunaan dan regulasi sianida

Penggunaan sianida harus diatur secara ketat karena dapat menjadi senjata kimia dan zat beracun.

Beberapa negara telah memberlakukan peraturan ketat terhadap penggunaan sianida dalam industri, khususnya dalam pengolahan bijih emas dan perak.

Organisasi internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga berupaya memantau dan mengendalikan perdagangan sianida untuk mencegah penyalahgunaan.

Selain itu, sianida digunakan di beberapa bidang penelitian medis dan ilmiah, namun penggunaannya diatur secara ketat oleh lembaga yang berwenang dan hanya dapat digunakan oleh personel terlatih.

 

Kesimpulan

Sianida merupakan senyawa kimia beracun dengan sejarah panjang sebagai senjata kimia dan racun.

Sumbernya bermacam-macam, termasuk tanaman, industri, dan asap tembakau.

Dampaknya terhadap manusia sangat berbahaya dan berujung pada terganggunya pengangkutan oksigen dalam tubuh.

Oleh karena itu, penggunaan dan penanganan sianida harus diatur secara ketat untuk melindungi manusia dan lingkungan.